Google
Web Explore Indonesia

Bahasa Lainnya

English Chinese (Simplified) Chinese (Traditional) Croatian Czech Danish Dutch Finnish French German Greek Hindi Italian Japanese Korean Russian Spanish Swedish Filipino Indonesian

Komentar Terkini

IFSS
Seven Seas
Venue
Ir. Yusuf Effendi Pohan, MPA PDF Cetak Email
Oleh : Redaksi Explore Indonesia   
Senin, 19 Mei 2008 10:51

 

 

Mantan Kadis Pariwisata Provinsi DKI Jakarta 

”Pariwisata adalah bidang tugas yang amat penting, harus dikerjakan secara profesional karena memiliki keuntungan ”multy player effect” yang amat banyak dan menyentuh semua kalangan usaha, dari industri hulu hingga hilir.”

Selama 22 tahun Pak Yusuf Pohan bekerja di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) DKI Jakarta, dimulai dari bidang penelitian, pengendalian, fisik, ekonomi dan bidang kesejahteraan masyarakat hingga ditugaskan di Badan Pemberdayaan Masyarakat. Selanjutnya, ayah 3 orang putra (Raihan, Radhi dan Ryan) yang memiliki nama lengkap Ir. Yusuf Effendi Pohan, MPA ini dipercaya menjadi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta, yang masa tugasnya baru saja diakhiri beberapa waktu lalu. Bagi beliau, ditugaskan di bidang apa saja akan dilakukan dengan rasa senang hati. “Kita bekerja sesuai dengan apa yang telah ditugaskan untuk kita, dan yang terpenting lakukanlah pekerjaan itu dengan senang hati,” ucapnya menjawab pertanyaan yang diajukan tim Explore Indonesia saat melakukan wawancara dengannya tidak lama berselang.

Semua jabatan dan tugas yang dibebankan adalah keputusan dari pimpinan berdasarkan penilaian hasil kerjanya, bukan atas kehendak dari diri sendiri. Menurut pria kelahiran Medan 13 Desember 1954, pengelolaan aset pariwisata di Indonesia sangat penting dan bisa mensejahterakan masyarakat, karena pariwisata multi player effect-nya sangat banyak. ”Pariwisata adalah bidang tugas yang amat penting, harus dikerjakan secara profesional karena memiliki keuntungan ”multy player effect” yang amat banyak dan menyentuh semua kalangan usaha, dari industri hulu hingga hilir.” Salah satu contoh yang ia jelaskan adalah misalkan ada turis asing yang datang ke Jakarta dan menginap di salah satu hotel atau makan di restaurant dampaknya sampai ke pertaniaan dan juga souvenir yg dibuat oleh ibu-ibu rumah tangga secara otomatis bisa membantu kesejahteraan kehidupan mereka. Oleh karena itu, banyak negara di dunia yang begitu konsern dengan pembangunan pariwisata.

Namun begitu, kita juga harus realistis menyadari bahwa di Indonesia mayoritas pendidikan masyarakatnya masih setingkat SMP, bahkan jika dilihat provinsi-provinsi lain masih banyak penduduknya hanya lulusan SD. Jadi prioritas di Jakarta, dan umumnya di berbagai daerah, adalah pendidikan. Ini bukan untuk menomor-duakan pariwisata, pendidikan dan pariwsata masih ada kaitannya. Akan tetapi, dana Pemerintah banyak terserap untuk pembangunan pendidikan. ”Intinya, kita harus memaksimalkan dana yg telah dianggarkan untuk pengembangan pariwisata; perlu efisiensi dan program prioritas,” tuturnya menanggapi pengelolaan aset pariwisata di Indonesia.

Di Jakarta, menurut Yusuf Pohan, potensi pariwisata utamanya meliputi wilayah pantai seperti Marine dan Thousand Islands (pulau seribu), karena Jakarta tidak mempunyai hutan atau air terjun atau sumber daya pariwisata alami. Obyek lainnya adalah shooping atau wisata belanja, mulai dari yang berkelas hingga biasa (murah). Di hampir semua mall dan sentra perdagangan di Jakarta terdapat barang-barang branded, namun di sebagian tempat juga mudah dijumpai barang-barang murah hasil produksi dalam negeri seperti di pasar Tanah Abang dan Mangga Dua. Komponen pariwisata lainnya adalah makanan dan tempat hiburan. Di Jakarta, terdapat lebih dari 2000 restaurant dengan beragam menu, mulai dari masakan khas Nusantara, Cina, Jepang, Eropa hingga India dan masih banyak lagi. Entertainment yang tersedia mulai dari Spa, Night Club dan Discotique yang banyak tersebar di berbagai sudut Jakarta. Lokasi pariwisata yang tidak kalah menarik adalah lapangan golf. Jakarta memiliki 30 lapangan golf yang 20 buah di antaranya berstandard international. Semua ini tertuang sebagai brand pariwisata Jakarta yang dikemas dalam program “Enjoy Jakarta”.

Ditanya mengenai kegiatan mengisi waktu luang yang amat sedikit di antara jadwal yang padat, beliau mengatakan bahwa ia sering mewakili atasan dan mendapatkan undangan dalam setiap acara antara hari Sabtu-Minggu malam. Inilah yang menurutnya perlu strategi, ia harus pintar-pintar membagi waktu. Menurutnya, hal itu sudah merupakan tugas yang telah diberikan dari pimpinan terhadapnya, iapun sangat senang menjalani pekerjaan tersebut. Bahkan bapak yang murah senyum ini sambil nyengir mengatakan “sekarang saya bukan lagi 100% milik istri saya, he-he-he”. Tetapi, ia tetap berusaha untuk bisa berbagi waktu dengan keluarga. Biasanya, suami dari istri Cut Intan Juwita ini memanfaatkan waktu luangnya bersama keluarga dengan mengajak istri dan anak-anak serta anggota keluarga lainnya untuk berolahraga bersama, makan diluar atau juga nonton bareng. Tempat bersantai bersama keluarga, umumnya dipilih sendiri oleh Pak Yusuf Pohan, terutama tempat yang nyaman untuk makan atau bersenda gurau dengan keluarganya.

”Pesan saya, berikan dan tunjukkanlah yang terbaik bagi diri kita dan kepada orang lain.” itulah inti pesan yang diberikan oleh tokoh pariwisata kita ini. Sebuah nasehat yang penting bagi setiap generasi muda penerus cita-cita bangsa Indonesia. Satu yang terpenting dari semuanya itu, menurutnya, agar kita selalu ingat dan bersyukur kepada yang Maha Kuasa karena selama kita hidup setiap semua gerak dan perilaku kita dilihat oleh-Nya. Berkenaan dengan target kedepan yang diharapkan, Yusuf Pohan bercita-cita melakukan yang terbaik bagi semua orang, termasuk melanjutkan usaha pengembangan dunia pariwisata. Mengembalikan pariwisata Indonesia yang sejak dahulu sudah dikagumi semua orang menjadi lebih maju.

Sekilas data diri Mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta:

Nama lengkap : Ir. Yusuf Effendi Pohan, MPA

Tempat/ Tanggal Lahir : Medan, 13 Desember 1954

Istri : Cut Intan Juwita

Anak : Raihan, Radhi, Ryan

Riwayat Pendidikan :

  • SD Yayasan Pendidikan Harapan Medan (1967)
  • SMP Harapan Medan (1970)
  • SMA Negeri Bandung (1973)
  • S1 Tekhnik Industri, ITB Bandung (1980)
  • S2 Master of Public Administration, Universitas Missourien, USA (1993)

Riwayat pekerjaan :

  • Pj. Kepala Seksi Pengumpulan Data pada Bidang Stalap BAPPEDA DKI Jakarta
  • Kepala Seksi Pengembangan Dunia Usaha pada Bidang Ekonomi BAPPEDA DKI Jakarta
  • Kepala Seksi Ekonomi Bidang Penelitian BAPPEDA DKI Jakarta
  • Kepala Bidang Ekonomi BAPPEDA DKI Jakarta
  • Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat BAPPEDA DKI Jakarta
  • Kepal Biro Administrasi Kesejahteraan Masyarakat Provinsi DKI Jakarta
  • Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi DKI Jakarta
  • Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta
Komentar
Hanya pengguna yang sedang online bisa memberi komentar!

3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Jajak Pendapat

Pemerintah menetapkan target kunjungan wisatawan asing ke Indonesia pada tahun 2009 ini sebesar 6,5 juta orang. Apakah anda yakin target tersebut tercapai?
 

Beritahu Teman Anda

Beritahu teman anda melalui email tentang website ini.

User Online

Ada 94 tamu online

Gallery Foto

Model-5-1.jpg.jpg

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini44
JBS
IFSS
Buku PPWI
Copyright © 2008 Explore Indonesia
Best view with: Mozilla Firefox 2.0, IE7