Thursday, Sep 09th

Last update01:56:39 AM GMT

You are here: Perkebunan & Pertanian > Potensi Pariwisata Kabupaten Kulonprogo

Potensi Pariwisata Kabupaten Kulonprogo

Email Cetak PDF

Potensi Pariwisata Kabupaten Kulonprogo, DIY selama ini belum banyak digali untuk mendatangkan wisatawan untuk datang di daerah tersebut. Padahal potensi kekayaan alam, seni tradisional, dan kerajinan (handycraft) banyak tersebar di daerah ini. Salah satu potensi Pariwisata Kulonprogo yang kini tengah dipersiapkan untuk daya tarik para wisatawan salah satunya keberadaan pantai Glagah yang berlokasi di Temon, Kulonprogo. Pantai Glalah selama ini tidak hanya dikenal karena memiliki alam pemandangan pantai dan pegunungan yang menawan tetapi juga ombaknya yang tenang dan tidak ganas seperti pantai-pantai lain di DIY.

Bagi wisatawan yang akan berkunjung ke pantai Glagah tidak terlalu sulit. Dari Jogjakarta bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi selama kurang lebih 1,5 jam perjalanan. Jalan menuju lokasi sudah beraspal dan mulus sehingga menambah kenyamanan bagi pengunjung. Beberapa daya tarik yang kini tengah dibangun pemda DIY diantaranya dermaga kapal nelayan untuk kapal-kapal berukuran besar sehingga bisa merapat ke daratan. Selain itu juga ada fasilitas danau buatan seluas 2 Hektare yang siap untuk pengunjung beriwsata air karena sudah dilengkapi dengan perahu wisata yang jumlahnya ada 5 buah.

Bagi yang tertarik wisata bahari, tentu menggunakan perahu wisata mengelilingi danau buatan hampir setengah jam membuat pikiran kita fresh kembali setelah seminggu kerja keras memeras otak. Untuk sekali sewa perahu wisata di danau buatan ini pengunjung hanya dikenai biaya Rp.5000,-/orang. Sementara bagi yang tertarik menikmati sedapnya ikan segar bisa memilih ikan tangkapan langsung dari para nelayan. Untuk mereka yang tertarik olahraga out bound pantai wisata Glagah menyediakan tempat khusus untuk wisata ini.

Saat ini beberapa pembangunan resort dan hotel tengah dibangun di kawasan pantai Glagah ini sehingga keberadaan bangunan hotel berkelas bintang di kawasan ini akan ikut meramaikan pariwisata daerah ini di masa mendatang. Dan jangan lupa, datang di pantai Glagah terasa tidak puas kalau belum menikmati buah naga segar dari kebon agrowisata wanadri milik Romo Paulus. Sementara dukungan infrastruktur lain seperti lapangan terbang udara sehingga kalau lapangan terbang ini teralisir akan membuat arus perekonomian daerah ini cepat maju berkembang.

Kepala Badan Pariwisata Daerah (Baparda ) DIY Tazbir SH. M Hum optimis pariwisata Kulonprogo akan cepat maju dan berkembang, dan ini semua butuh dukungan investgor dan swasta lain untuk berinvestasi di kawasan ini. "Potensi alamnya sangat indah dan layak dijual pada wisatawan. Kini tinggal pemda setempat bersama kalangan lain untuk cepat membuat terobosan dengan mendatangkan investor sekaligus promosi yang intensif di forum pameran lokal, nasional maupun internasional," papar Tazbir..

Rasanya menikmati pariwisata Kulonprogo belum puas kalau belum mampir di sentra kerajinan Sentolo yang dikenal sebagai 'Syurga kerajinan"Jogjakarta. Dan sebutan itu tidak salah karena ribuan pengrajin dari bahan baku alami kini banyak tersebar di Sentolo, Kulonprogo. Beberapa pengrajin sepedrti Hery Knitcraft, Slamet Craft, Martini Craft dimana para pengrajin ini menggunakan bahan limbah pertanian seperti Eceng gondok, pandan, Agel untuk bahan baku utama. Dari sini mereka kreatif sehingga bisa membuat aneka tas, assesories, rak buku, lukisan dan sejenisnya dengan skala eksport. Sebenarnya Sentolo termasuk sentra kerajinan yang sudah banyak diminati kalangan buyer baik lokal maupun asing, karena produk handy craft daerah ini sudah mampu menembus Eropa, Amerika, Italia, Spanyol Australia dll.

Terakhir kalau anda bermalam menikmati atraksi wisata di Kulonprogo, daerah ini salah satu tempatnya karena banyak seni tradisional dam tari seperti ndolalak, dan desa wisata yang memiliki pesona istimewa bagi wisatawan. "Kini, saat yang tepat untuk membangun image pariwisata DIY sehingga tidak hanya Kulonprogo tetapi daerah lain di DIY siap untuk dikunjungi. Sekaligus ini bagian dari tahun kunjungan Indonesia (visit Indonesia Year 2008)." Dan selamat datang menikmati wisata budaya di Jogjakarta dan daerah lain di DIY. (Drs. Nur Hidayat- Staf Baparda prop. DIY tinggal di Jogjakarta).

Komentar
Fehmiu Rovitavare  - Hanya Untuk Di Jual?   |01-07-2008 11:02:16
Pariwisata memang aset daerah (perekonomian).
Namun apa yang ada dibalik 'jual-beli' tersebut
adalah rasa memiliki. Berat memang untuk
diterapkan di (sebagian kecil) negara kita.
Pariwisata yang digarap pun lebih condong untuk
dijual, bukan diperkenalkan. Beda 'soul'nya saja
menurut saya karena kurangnya rasa memiliki.
Akbiatnya, yang menjual pariwisata yang lebih
beruntung karena ada pembelinya. Tapi orang
disekitar kita..biasanya cuma melongo saja...Tak
ada yang gratis sudah...bahkan untuk menikmati
sejuknya hawa pegunungan...hehehehe...saya bayar,
makanya saya berhak untuk menikmatinya...tapi apa
yang mau dinikmati ya....hi.hi.hi....

Tapi
langkah Baparda DIY bagus, hanya saja terdengar
klise...tidak jauh beda dengan badan-badan lainnya
di seluruh Indonesia...terkesan memaksimalkan tapi
tak terasa apa yang sudah dimaksimalkan itu. Jogja
adalah daerah istimewa..tunjukkan kalau Jogja
me...
Wilson Lalengke  - DIY yang Selalu Menggoda   |10-06-2008 01:00:05
Pariwisata DIY memang telah mendunia sejak dulu.
Terkenal di mana-mana. Sebagai sebuah kerajaan
yang masih eksis hingga saat ini, sesungguhnya
adalah juga sebuah fenomena yang dapat dijadikan
icon pariwisata kerajaan di tanah air. Perlu
rekonstruksi pembangunan image Yogyakarta sebagai
sebuah kerajaan besar di Indonesia di era ini.
Salam untuk pak Nur Hidayat, mari bersama bangun
pariwisata kita melalui menulis dan menulis
tentang potensi yang ada di sekitar kita.
Hanya pengguna yang sedang online bisa memberi komentar!

3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."