








| LSPR 4C: Mari Selamatkan Bumi |
|
|
|
| Oleh : Redaksi Explore Indonesia | |||
| Jumat, 13 Maret 2009 13:33 | |||
|
![]()
Dalam rangka berkampanye menyiasati perubahan iklim global, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) The London School of Public Relations – Jakarta (LSPR) menggelar acara yang bertajuk LSPR Environment Month 2009 dengan tema “Climate Change Solution – With Small Things we can make a Big Difference!” Kegiatan ini merupakan yang ke-2 setelah tahun lalu LSPR sukses mengadakan event serupa. Acara ini juga dihadiri oleh Ms. Indonesia Earth Eco-Tourism 2008, Fitri Yuliani, yang juga dinobatkan sebagai LSPR Ambassador for the Environment 2009. Fitri adalah mahasiswi angkatan 9 jurusan Mass Communications di STIKOM-LSPR. Salah satu topik utama dalam rangkaian acara tahun ini adalah peluncuran LSPR 4C (Climate Change Champion Club), yakni sebuah klub baru di lingkungan kampus LSPR yang mempunyai visi mewujudkan komunitas mahasiswa/i LSPR yang tidak hanya peduli terhadap isu perubahan iklim, namun juga ikut berpatisipasi aktif dalam rangka mengatasi perubahan iklim tersebut. Acara pelucuran LSPR 4C ini diadakan di Auditorium Prof. Dr. Djajusman LSPR Kampus B pada 16 Februari 2009 lalu. Direktur dari STIKOM LSPR, Prita Kemal Gani, dalam sambutannya menyampaikan sangat mendukung dan mempercayai para mahasiswanya untuk membuat acara pada tahun berjalan dengan sukses dan lancar. “Sebagai bagian dari LSPR, saya merasa bangga atas inisiatif para mahasiswa dibawah bimbingan dosen-dosen LSPR untuk turut bekerja keras mengatasi persoalan Global Climate Change yang memprihatinkan dunia saat ini. Untuk itu, atas nama institusi STIKOM-LSPR, saya menyampaikan Selamat atas pembentukan klub 4C di kampus kita.” ujar Prita dalam bagian sambutannya. Pada acara ini juga hadir Mr. Keith Davies, Direktur British Council Indonesia yang baru. Keith yang baru sebulan berada di Indonesia itu berkesempatan memberikan pidato singkat, yang pada intinya menyambut antusias atas prakarsa-prakarsa strategis yang dilakukan oleh dunia kampus, yang antara lain strategi menghadapi perubahan iklim. Senada dengan itu, staf British Council lainnya juga memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut. “Environment Month ini adalah wujud nyata komitmen LSPR untuk penyelamatan lingkungan yang harus dicontoh oleh lembaga akademisi lain,” demikian ungkap Nita Murjani selaku Project Manager Climate Security British Council, ketika dimintai tanggapannya sesaat setelah selesai acara. Serangkaian dengan Environment Month 2009, LSPR yang lebih populer disebut London School, melaksanakan turlap alias turun lapangan dengan dua kegiatan pokok, yakni Beach Clean-Up (pembersihan pantai) dan Mangroves Tree Planting (penanaman pohon mangroves). Kedua kegiatan yang didukung juga oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dengan menyediakan bus angkutan itu dilaksanakan secara serempak dengan mengambil lokasi di Pantai Muara Angke, di bilangan Jakarta Utara, pada 18 Februari 2009. Selain membersihkan pinggir-pinggir pantai dari sampah yang dibawa oleh ombak pantai, acara yang dihadiri lebih dari 100 mahasiswa/i ini juga melakukan penanaman bibit bakau sebanyak 2000 pohon. Bertambah dua kali lipat dari acara penanaman bakau di tahun sebelumnya (2008) dengan hanya menanam 1000 bibit bakau. Sebagai puncak dari rangkaian event Environment Month yang diselenggarakan selama satu minggu itu, kegiatan ditutup dengan acara LSPR Go Green Concert di Lapangan Parkir Sudirman Park Office Complex dengan menghadirkan berbagai grup band dari LSPR dan beberapa perguruan tinggi lainnya. Kehadiran dan penampilan grup band universitas lain sebagai wujud nyata partisipasi mereka dalam acara yang diselenggarakan LSPR tersebut. Selain band, acara ini juga menampilkan pertunjukan drama dari LSPR Advertising Society Club dan penampilan unik STOMP dari SMK Budhi Asih Jakarta. Serangkaian dengan acara ini, LSPR juga mengadakan penjurian untuk design poster, billboard, stiker, t-shirt, dan lain-lain dengan tema Global Warming dan Climate Change Solution di acara Go Green Concert. Sebanyak 20 design terbaik dipajang selama satu minggu di area kampus. Masalah perubahaan iklim memang merupakan salah satu isu yang palig banyak dibicarakan oleh orang sejagad saat ini. Namun, selayaknya hal tersebut tidak hanya sebatas pembicaraan dan diskusi saja. Sudah merupakan kewajiban kita di manapun berada untuk peduli terhadap isu perubahan iklim dan ikut menjadi bagian dari solusinya. ”The Solution is Up to Us. Sebagai penyebab nomor satu dari kerusakan lingkungan adalah manusia sendiri, manusia jugalah yang memegang solusinya. Dan hal tersebut memerlukan seluruh usaha dari kita, apakah dari pihak Pemerintah, pihak swasta, bahkan dari komunitas kecil seperti kita di sini, di LSPR. Dengan melakukan hal kecil, kita dapat membuat perubahan besar,” tegas Ms. Candy Tolosa, Head of Media Center & Club Coordinator for LSPR 4C dan Project Manager Officer untuk kegiatan LSPR Environment Month 2009 ini. (Yosef Ferdyana & Wilson Lalengke)
|
Gara-gara lihat tayangannya di wisata...
Tanjung Lesung menurut beberapa orang...
Di bandung juga ada, klo ga salah dis...
Pariwisata memang aset daerah (pereko...
Sudah seharusnya kita mempertahankan ...