VISIT INDONESIA YEAR 2008: Membangun Indonesia melalui Pariwisata

Tahun 2008 ini ditetapkan Pemerintah sebagai tahun kunjungan pariwisata. Kebijakan tersebut bertujuan menggairahkan kembali wisatawan mancanegara untuk mengunjungi Indonesia, yang pada akhir-akhir ini terasa sedikit menurun akibat beberapa peristiwa kurang menguntungkan yang terjadi di dalam negeri seperti musibah bencana alam (tsunami, gempa bumi, banjir, dan lain-lain) serta aktivitas terorisme dan kriminal di berbagai daerah yang kerap membuat orang takut. Pada 5 tahun terakhir, jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia, masih berkisar di angka lima juta. Angka ini jauh di bawah Malaysia, Thailand, Singapura dan Hong Kong yang rata-rata di atas 10 juta pertahunnya.
Ironisnya, kejadian-kejadian buruk di dalam negeri telah dimanfaatkan sebagai kekuatan negara tetangga dalam menarik para wisatawan asing untuk berkunjung ke negara mereka, yang diperkuat dengan promosi besar-besaran oleh pemerintah mereka. Sebut saja Malaysia dengan Menara Petronasnya, Cina memperkenalkan Window of The World, Hongkong dengan mempercatik Disneyland, serta Saigon mengangkat citranya sebagai the most romantic city. Itulah cara mereka mempromosikan tempat-tempat wisata secara agresif. Bagaimana dengan Indonesia?
Sebenarnya, Indonesia memiliki kekuatan dan potensi yang jauh lebih besar dibandingkan negara-negara tetangga tersebut. Kekayaan dan keanekaragaman flora dan fauna dapat menjadi salah satu alternatif untuk menembus peringkat kepariwisaan kelas dunia. Potensi pariwisata adalah aset dalam membangun kembali citra Indonesia dari keterpurukan. Selain itu, bidang ini amat penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena wisata terkait langsung dengan perdagangan dan investasi. Banyak fakta menunjukkan bahwa sebuah negara dapat tumbuh dan berkembang menjadi negara maju hanya dengna mengandalkan sektor pariwisata. Kota-kota besar banyak yang hanya menggantungkan diri pada turis. Tantangan itulah seharusnya menjadi motivasi bagi semua kita untuk menciptakan objek-objek wisata di dalam negeri. Lebih daripada itu, Indonesia dituntut untuk mengkreasi dunia kepariwasataannya secara kreatif dan inovatif, sehingga mampu memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kita harus berpacu menciptakan keunikan-keunikan pariwisata di negeri ini, baik pada skala lokal maupun nasional, jika pariwisata Indonesia ingin dilirik oleh pelancong dari negara lain.
Di tengah maraknya persaingan dalam menonjolkan keistimewaan tempat pariwisata oleh berbagai negara, Pemerintah Indonesia mencanangkan Tahun 2008 ini menjadi tahun kunjungan pariwisata atau Visit Indonesia Year 2008 sebagai langkah strategis dalam menghadapi persaingan tersebut. Logo khusus event ini dibuat secara khusus dengan mengambil lambang negara Burung Garuda sebagai ”model” utamanya, yang secara keseluruhan bermakna:
- Bentuk Logo melambangkan burung yang mengambil konsep Garuda Pancasila sebagai dasar Negara, tetapi dengan pengolahan yang modern.
- Lima sila dari Pancasila digambarkan berupa 5 garis warna yang berbeda dan merupakan simbol diversity of Indonesia yang penuh dengan keanekaragaman.
- Logo diolah menjadi bentuk dan warna yang dinamis sebagai perwujudan dari dinamika Indonesia yang sedang berkembang.
- Jenis huruf dari Logo mengambil dari elemen otentik Indonesia yang disempurnakan dengan sentuhan modern.
Pemerintah amat bersungguh-sungguh dalam program ini, terlihat dari kucuran dana tidak kurang dari Rp 260 miliar untuk mensukseskan program tersebut. Setengah dari dana itu digunakan dialokasikan untuk kepentingan promosi pariwisata, baik di dalam maupun keluar negeri. Oleh sebab itu, adalah hal yang realistik jika Pemerintah mempunyai mentargetkan jumlah kunjungan wisatawan tahun ini akan mencapai 7 juta wisatawan asing, meningkat hampir 40 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 5.5 juta. Dari jumlah kunjungan 7 juta orang asing tersebut, diharapakan negara dapat pemasukan devisa sebesar USD 6,4 miliar.
Program pemanfaatan dana pariwisata juga dipakai untuk membangun branding maskapai transportasi nasional-memasang logo Visit Indonesia Year 2008 di pesawat, di kapal-kapal, di berbagai bus pariwisata-dengan tujuan utama untuk mendukung promosi wisata Indonesia. Di samping itu, pihak Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, sebagai departemen teknis pelaksana program, telah membuat situs khusus pariwisata yakni www.my-indonesia.info dan menjadwalkan sebanyak 100 event parawisata yang digelar di seluruh daerah di Indonesia. Semua ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara untuk mengunjungi Indonesia.
Dengan anggaran promosi sebesar US$15 juta atau sekitar Rp 150 miliar atau lebih kecil dibandingkan dengan Malaysia yang hanya mencapai US$80 juta, Depbudpar menjelaskan telah mempromosikan program pariwisata Indonesia denga beriklan di sejumlah stasiun televisi internasional, seperti CNN, Starworld dan CNBC. Selain itu juga iklan VIY 2008 dapat ditemui di media asing seperti majalah Times serta beberapa media dalam negeri.
Pada Peringatan Tahun Emas Persahabatan Indonesia-Jepang, di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, beberapa waktu lalu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga mengundang wisatawan Jepang untuk datang ke Indonesia pada Tahun Kunjungan Pariwisata Indonesia. Hal ini, diungkapkan Presiden di hadapan Pangeran dan Putri Akishino dari Kekaisaran Jepang dan sejumlah elemen masyarakat Jepang yang juga hadir dalam kesempatan itu.
Satu hal yang umum kita ketahui bahwa selama ini Bali adalah pemberi kontribusi terbesar dalam mendatangkan wisman. Sehingga, tidak heran jika kita bertanya kepada wisatawan asing tentang Indonesia mereka pasti menjawab Bali. Intinya, orang asing lebih mengenal Bali daripada Indonesia. Berkaitan dengan persepsi itu, tempat paling strategis dalam mempromosikan VIY 2008 adalah di Bali, terutama karena banyaknya turis luar yang datang kesana dibandingkan ke tempat wisata lain. Mungkin melalui jalan ini pemerintah Indonesia dapat memperkenalkan tempat wisata lain di Indonesia selain Bali.
Banyak cara mempromosikan VIY 2008 yang dilakukan. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, sebagai menteri yang langsung menangani kepariwisataan, bahkan melakukan kunjungan ke kantor-kantor media massa. Lebih daripada itu, kedatangan Menteri Jero Wacik ke ruang-ruang media publikasi dimaksud menjadi pertanda bahwa Pak Menteri tahu betul apa yang mesti dilakukan dalam menggenjot perolehan target 7 juta wisatawan ke Tanah Air tahun 2008 ini. Menbudpar bersama jajaran pariwisata perlu membangun “Citra Indonesia” yang baik dan bersahabat di mata masyarakat internasional. Satu-satunya cara untuk menciptakan “wajah nusantara” yang indah bagi para turis manca negara adalah mempublikasikan secara besar-besaran dan simultan tentang sisi lain dari Indonesia, yang selama ini amat buruk di mata dunia. Oleh karena itu, media diminta untuk memberitakan hal-hal yang positif dari bangsa dan negara ini,” ucap menteri. Jero Wacik juga berharp untuk mengurangi, bahkan tiadakan, mempublikasikan hal-hal yang akan menurunkan kredibilitas bangsa seperti kriminalitas, kesemrawutan pelayanan umum, bencana yang silih berganti, huru-hara, dan berita negatif lainnya.
Promosi memang belum cukup untuk menghasilkan sesuatu hasil yang maksimal. Pembenahan infrastruktur saran/prasarana pariwisata di daerah-daerah wisata, baik yang sudah tergarap maupun yang baru akan dikembangkan, perlu sekali dilakukan. Kerjasama antar semua elemen bangsa akan menjadi kunci utama keberhasilan itu. Pemerintah, pusat dan daerah, bersama seluruh masyarakat tempatan diharapkan berpartisipasi aktif menciptakan sinergi yang saling mendukung, agar program besar VIY 2008 ini dapat mencapai sasarannya. Setiap kita dapat mengambil bagian di dalamnya, mulai dari melakukan promosi, pembenahan lingkungan, menjaga kebersihan lokasi wisata, mengembangkan seni budaya daerah, menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan masing-masing, hingga memilih berwisata di dalam negeri saja.
Dalam rangka semua itu, kami “Explore Indonesia” -sebuah media publikasi yang mengulas Pariwisata dan investasi di Indonesia, berlandaskan visi membangun bangsa yang mandiri dan bermartabat, secara konsisten kami ikut mendukung sepenuhnya mempromosikan Visit Indonesia Year 2008 melalui ulasan bebagai macam artikel tentang perkembangan pariwisata serta objek-objek wisata yang ada di Indonesia. Selanjutnya bagaimana dengan anda? Ayo bersama-sama kita dukung program Pemerintah Indonesia dalam mengangkat kembali martabat Indonesia melalui pariwisata di mata dunia internasional. Hal itu dapat dilakukan melalui penyampaian informasi tempat-tempat wisata di daerah masing-masing, atau yang pernah Anda kunjungi. Ceritakan tentang eksotisme dan keindahan luar biasa dari negeri warisan leluhur kita ini hingga ke segala penjuru dunia.
| Komentar |
|
3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev |
|---|




















