Google
Web Explore Indonesia

Bahasa Lainnya

English Chinese (Simplified) Chinese (Traditional) Croatian Czech Danish Dutch Finnish French German Greek Hindi Italian Japanese Korean Russian Spanish Swedish Filipino Indonesian

Komentar Terkini

IFSS
Seven Seas
Venue
Persyaratan dan Tata Cara Pengurusan SIM PDF Cetak Email
Layanan Publik
Oleh : Redaksi Explore Indonesia   
Sabtu, 05 April 2008 03:09

SIM Golongan A baru (PS.217 PP 44/93) :

  • Sehat Jasmani dan rohani dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.
  • Berusia sekurang-kurangnya 17 tahun.
  • Membayar formulir di BII/BRI.
  • Mengisi formulir permohonan.
  • Dapat menulis dan membaca huruf latin.
  • Melampirkan foto copy KTP.
  • Memiliki pengetahuan yang cukup mengenai lalu-lintas jalan dan memiliki ketrampilan mengemudikan kendaraan bermotor.
  • Lulus ujian teori dan praktek.

SIM Golongan C baru (PSL.217 PP 44/93) :

  • Sehat Jasmani dan rohani dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.
  • Berusia sekurang-kurangnya 16 tahun.
  • Membayar formulir di BII/BRI.
  • Mengisi formulir permohonan.
  • Dapat menulis dan membaca huruf latin.
  • Melampirkan foto copy KTP.
  • Memiliki pengetahuan yang cukup mengenai lalu-lintas jalan dan memiliki ketrampilan mengemudikan kendaraan bermotor.
  • Lulus ujian teori dan praktek.

SIM Golongan A khusus (PS.217 PP 44/93) :

  • Sehat Jasmani dan rohani dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.
  • Berusia sekurang-kurangnya 20 tahun.
  • Membayar formulir di BII/BRI.
  • Mengisi formulir permohonan.
  • Dapat menulis dan membaca huruf latin.
  • Melampirkan foto copy KTP.
  • Memiliki pengetahuan yang cukup mengenai lalu-lintas jalan dan memiliki ketrampilan mengemudikan kendaraan bermotor.
  • Lulus ujian teori dan praktek.

SIM A - B :

  • Umur minimal 20 tahun.
  • SIM A-nya sudah 1 (satu) tahun.
  • Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.
  • Membayar formulir di BII/BRI.
  • Mengisi formulir permohonan.
  • Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
  • Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
  • Lulus ujian teori dan praktek.

SIM B I - B II :

  • Umur minimal 20 tahun.
  • SIM B I-nya sudah 1 (satu) tahun.
  • Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.
  • Membayar formulir di BII/BRI.
  • Mengisi formulir permohonan.
  • Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
  • Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
  • Lulus ujian teori dan praktek.

SIM A - A Umum :

  • Umur minimal 20 tahun.
  • SIM A-nya sudah 1 (satu) tahun.
  • Sehat jasmani dan rohani serta lulus ujian Psikologi.
  • Membayar formulir di BII/BRI.
  • Mengisi formulir permohonan.
  • Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
  • Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
  • Lulus ujian teori dan praktek.

SIM B I - B I Umum :

  • Umur minimal 20 tahun.
  • SIM B I-nya sudah 1 (satu) tahun.
  • Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.
  • Membayar formulir di BII/BRI.
  • Mengisi formulir permohonan.
  • Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
  • Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
  • Lulus ujian teori dan praktek.

SIM B II - B II Umum :

  • Umur minimal 20 tahun.
  • SIM B II-nya sudah 1 (satu) tahun.
  • Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.
  • Membayar formulir di BII/BRI.
  • Mengisi formulir permohonan.
  • Melampirkan KTP dan SIM yang ditingkatkan.
  • Memiliki pengetahuan yang cukup masalah kelalu-lintasan.
  • Lulus ujian teori dan praktek.

Perpanjangan SIM Golongan C (PSL.217 PP 44/93) :

  • Sehat Jasmani dan rohani dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.
  • Menyerahkan / melampirkan SIM yang diperpanjang.
  • Membayar formulir di BII/BRI.
  • Mengisi formulir permohonan.
  • Dapat menulis dan membaca huruf latin.
  • Melampirkan foto copy KTP.

Perpanjangan Pindah masuk (dari daerah) (PSL.224 PP 44/93) :

  • Sehat Jasmani dan rohani dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.
  • Membawa kartu Induk/pengantar dari Satuan Lalu-lintas yang mengeluarkan SIM.
  • Membayar formulir di BII/BRI.
  • Mengisi formulir permohonan.
  • Melampirkan KTP.

SIM mutasi (keluar daerah) (PS. 224 PP.44/93) :

  • Mencabut berkas/kartu Induk dari Satuan Lalu-Lintas asal dan pengantar dari Kasubbag SIM.
  • Melampirkan KTP wilayah yang dituju.
  • Melaporkan kepada Kepala Satuan Lantas yang dituju.

SIM hilang atau rusak (PS. 255 PP.44/93) :

  • Sehat jasmani dan rohani dinyatakan dengan surat keterangan Dokter.
  • Laporan Polisi kehilangan SIM.
  • Membayar formulir di BII/BRI.
  • Mengisi formulir permohonan.
  • Melampirkan KTP.

SIM Internasional (PS.231 PP 44/93) :

  • Salinan Surat Ijin Mengemudi yang dimiliki.
  • KTP.
  • Pasport.
  • Foto B/W ukuran 4 x 6 = 5 lembar.(untuk pria = berdasi)
  • Mengajukan permohonan ke IMI.

SIM untuk Orang Asing :

  • Memiliki Pasport dan KIM atau Surat Tugas Diplomatik
  • Bagi yang sudah memiliki SIM di negaranya atau SIM Internasional harus mengikuti ujian teori.
  • Bagi yang belum pernah memiliki SIM, harus mengikkuti dan lulus ujian teori dan praktek.
  • SIM untuk orang Asing berlaku 1 tahun, kecuali diplomatik berlaku 5 tahun.
  • Berbadan Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan keterangan dokter.

Komentar
Hanya pengguna yang sedang online bisa memberi komentar!

3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Jajak Pendapat

Pemerintah menetapkan target kunjungan wisatawan asing ke Indonesia pada tahun 2009 ini sebesar 6,5 juta orang. Apakah anda yakin target tersebut tercapai?
 

Beritahu Teman Anda

Beritahu teman anda melalui email tentang website ini.

User Online

Ada 96 tamu online

Gallery Foto

selancar.jpg.jpg

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini44
JBS
IFSS
Buku PPWI
Copyright © 2008 Explore Indonesia
Best view with: Mozilla Firefox 2.0, IE7