Soto adalah salah satu makanan khas Indonesia yang sudah merambah kemana-mana. Menurut sejarahnya, makanan ini diperkirakan berasal dari Cina, dibawah oleh para pedagan Tiongkok jaman dulu kala. Kemudian, beradaptasi dengan nuansa resep masakan asli Indonesia yang selanjutnya menjadi salah satu menu favorit masyarakat hingga saat ini.
Kreativitas mengolah masakan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menjadikan makanan soto tetap diminati di sepanjang masa di setiap generasi. Soto Ayam Herbal adalah satu contoh yang dapat dicermati sekaligus dinikmati bersama teman dan keluarga. Makanan yang sering direpresentasi sebagai menu masakan khas Jawa Timur ini, makin enak disiram kuah.
Dimana bisa bertemu makanan ini? Untuk yang berdomisili di Jakarta, atau yang kebetulan sedang berkunjung ke kota metropolitan tersebut, Anda dapat menjumpainya di daerah Cililitan. Begitu ketika melintas di Jl. Jengki Cililitan Besar, sebelah pabrik ban Intirub, aroma khas soto menyapa setiap yang lewat. Soto Ayam Herbal Ibu Lili, yang menempati bekas pom bensin Jengki, ini telah mengubah yang tadinya bau bahan bakar menyengat membuat sakit kepala, kini disulap menjadi aroma masakan yang membuat perut keroncongan.
Salah satu yang khas dari Soto Ayam Herbal, adalah bawang putih kukus sebagai teman bersantap. Tidak hanya baunya yang sudah hilang, bawang putih ini secara medis memang dipercaya mengobati berbagai penyakit, dari influenza hingga kanker. Petuah China tentang bawang putih, "kalau orang makan satu butir bawang putih tiap hari, umurnya akan lebih panjang 50 tahun".
Selain bagus untuk dikonsumsi yang sedang terkena gejala flu, penderita penyakit lever, radang usus, typhus, kanker usus dan sebagainya. Para penderita insomnia juga berhasil dibuat terlelap setelah makan soto ayam herbal dengan bawang putih kukus ini. Cak Azis, pemilik warung Soto Ayam Herbal, menjelaskan bahwa memang ada beberapa bahan dimasukkan ke dalam bumbu, alami dan aman dikonsumsi.
Murah-Meriah-Maregi-Marasi Dengan harga satu porsi Rp 5000, soto ini banyak menjadi pilihan para pembeli, dengan harga tersebut, satu porsi soto telah dapat dinikmati. Maka dari itu, Cak Azis punya slogan untuk sotonya, Murah, Meriah, Maregi [jawa:bikin kenyang] dan Marasi [bikin waras/sehat].
| Komentar |
|
3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|

















