








| Pariwisata DKI Jakarta Patok PAD Rp 1,678 Triliun |
|
|
|
| Oleh : Redaksi Explore Indonesia | |||||||
| Rabu, 24 Juni 2009 10:15 | |||||||
|
![]() Tak kepalang tanggung—tahun ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menargetkan mampu meraup pendini, apatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 1,678 triliun. Angka ini cukup realistis, karena saat ini sedang dalam masa krisis ekonomi global. Bahkan tahun ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI lebih berkonsentrasi menarik wisatawan lokal. Untuk memenuhi target tersebut, beberapa event bakal digelar dalam menyambut HUT DKI Jakarta pada Juni mendatang. "Kita hanya berani mematok target PAD senilai 1,678 triliun rupiah atau meningkat sebesar 780 juta rupiah dibanding tahun ini lebih karena disesuaikan pula dengan kondisi kunjungan wisatawan saat ini," kata Arie Budhiman, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi DKI Jakarta, Jumat (15/5). Target tersebut, menurut Arie, cukup realistis karena disesuaikan dengan berbagai asumsi seperti, krisis ekonomi global dan isu flu babi. Isu flu babi yang melanda sejumlah negara berdampak cukup besar. Karena ada sejumlah negara yang mengeluarkan travel warning bagi warganya agar tidak bepergian ke luar negeri. "Kondisi tersebut jelas berpengaruh, tidak hanya di Jakarta tapi sejumlah negara lain," tukasnya. Melihat situasi pariwisata dunia belakangan ini, Arie mengatakan, Disparbud lebih berharap dari kunjungan wisatawan domestik karena Jakarta sebagai ibukota negara dan pusat pemerintahan punya daya tarik tersendiri. Apalagi menyusul dengan HUT ke-482 Jakarta nanti, banyak kegiatan yang bakal mendukung sektor pariwisata. “Kita juga mengajak para stakeholder yang bergerak dalam bidang pariwisata turut mendukung kegiatan tersebut,” ungkapnya. Mengenai PAD, Arie mengungkapkan, perolehan kemungkinan besar disumbangkan dari industri pariwisata, pajak restoran, pajak makanan dan minuman, sewa kamar, perizinan, hotel, dan travel serta tempat-tempat hiburan dan pertunjukan kesenian. Periode Januari-Maret 2009, Dinas Pariwisata DKI mencatat PAD sebesar 389 miliar rupiah. Sementara itu, berbagai objek wisata dan rekreasi yang masih menjadi andalan Jakarta antara lain, Pelabuhan Sunda Kelapa, museum, Monumen Nasional (Monas), Taman Margasatwa Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah, Teater Imax Keong Emas, Taman Ria Senayan, Dunia Fantasi, Taman Impian Jaya Ancol, dan lainnya. Festival Jalan Jaksa Selain itu, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, Pemprov DKI kembali menggelar Festival Jalan Jaksa dalam rangka memeriahkan HUT ke-482 DKI pada Juni mendatang. Festival tersebut akan dimeriahkan kesian Betawi. "Kesenian tradisional seperti ondel-ondel, tanjidor, dan gambang kromong akan dipertunjukan untuk menarik pesona turis asing," kata Eko Guruh, Humas Disparbud DKI Jakarta. Jalan Jaksa merupakan objek pengembangan pariwisata oleh Pemprov DKI menjadi kawasan wisata malam karena ternyata digemari turis asing. Turis asing senang berkunjung ke sana karena tersedia hiburan malam seperti kafe, musik (karaoke), bar, biliard, dan tempat penginapan dengan tarif relatif murah antara 150 ribu-250 ribu rupiah per malam. "Para turis asing di Jalan Jaksa tidak hanya sekadar menyaksikan pertunjukan, tapi mereka juga bisa bergoyang dengan penari yang memperagakan kesenian tradisional tersebut. Jadi selain ada hiburan modern, juga ada hiburan tradisional yang tentunya akan menambah daya tarik tersendiri buat mereka," kata Eko. Eko menambahkan, terobosan ini merupakan program Disparbud DKI Jakarta untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. "Tahun 2009 ditargetkan kunjungan turis asing sekitar 1,6 juta orang. Sementara tahun 2008 jumlah wisatawan mancanegara mencapai 1,53 juta orang atau itu artinya meningkat 26,21 persen dari target 1,3 juta orang," ujarnya. Sedangkan pada tahun 2008 Jakarta dikunjungi wisatawan domestik sebanyak 15,74 juta atau meningkat 4,9 persen dari target 15 juta orang. (*) Sumber teks: beritajakarta.com
Hanya pengguna yang sedang online bisa memberi komentar!
3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
Gara-gara lihat tayangannya di wisata...
Tanjung Lesung menurut beberapa orang...
Di bandung juga ada, klo ga salah dis...
Pariwisata memang aset daerah (pereko...
Sudah seharusnya kita mempertahankan ...