








| PRODUK KAIN BENTENAN MENGHIASI PERHELATAN AKBAR WOC & CTI SUMMIT 2009 |
|
|
|
| Oleh : Fredy Tewu | |||||||
| Rabu, 24 Juni 2009 10:06 | |||||||
|
![]() Meski asli kain Bentenan adalah produk tenunan peninggalan nenek moyang orang Minahasa, namun kreasi kain Bentenan saat ini sudah sangat beragam. Yayasan Karema adalah sebuah organisasi yang mempelopori pelestarian warisan mahakarya leluhur orang Minahasa. Produk tenunan Bentenan yang telah dihasilkan yayasan Karema antara lain bermotif Kaiwu Patola, Tinonton Mata, Lengkey Wanua, Pinatikan kesemuanya mewakili suku Minahasa. Seluruh motif ini bersandar pada inspirasi yang diambil oleh nenek moyang orang Minahasa dari alam sekitar. Motif-motif lain yang dihidupkan kembali oleh Yayasan Karema adalah Pinatikan Pante, Koffo Sangihe Talaud & motif Sinoi. Seluruh motif ini mewakili sebagian besar suku-suku di Sulawesi Utara. Yayasan yang dipimpin Ibu Onny Markadi Laoh - Tambuwun ini juga memproduksi kain Bentenan print sebagai alternatif untuk kebutuhan beragam dan permintaan pasar. Kini yayasan Karema berkreasi memproduksi, mendesain motif –motif tersebut yang dipadu dengan trend baru sesuai perkembangan jaman serta menunjukan kepada dunia bahwa daerah ‘Nyiur Melambai’ memiliki beragam produk yang layak di promosikan. Semua itu terinspirasi dalam wadah kain Bentenan yang indah dan lembut. Motif – motif ini seperti kehidupan dunia laut(Bunaken), hasil pertanian ( cengkeh) semuanya menggambarkan potensi yang ada di Sulawesi Utara. Karena itu kain print Bentenan ini dijadikan salah satu souvenir dalam event internasional World Ocean Conference & Coral Triangle Initiatives Summit 2009 pada bulan Mei ini . ” Kami mendukung pelaksanaan event internasional tersebut di Sulut, dengan mengambil inspirasi taman laut dan dipadukan dengan ikan Coelacanth sebagai maskot WOC juga hasil alam petani Sulut yaitu Cengkeh. Ini merupakan gambaran dari potensi kekayaan laut dan hasil pertanian Sulut”. Ibu onny menambahkan, karena event berkelas internasional seperti WOC ini jarang terjadi, maka kain edisi khusus WOC ini memang dibuat untuk menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi masyarakat Sulut, peserta WOC dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Lewat Yayasan Karema, kain print Bentenan ini dijahit menjadi bergbagai bentuk siap pakai, seperti syaal/stola, berbagai desain kaos dengan aksen motif Bentenan di kerah dan lengan. Kini kekhawatiran sejumlah orang akan kurangnya ”ole-ole” khas ’Nyiur Melambai’ tak perlu diragukan lagi. Kain Bentenan telah menambah deretan souvenir asli Sulawesi Utara yang layak disejajarkan dengan kain tenun dari Lombok, Kain Bugis, Batik dari Jawa dan saat ini moment yang tepat untuk ditawarkan kepada tamu WOC & CTI Summit 2009 terjawab sudah. Atau apakah andapun berminat mengunakan produk terbaru kain print Bentenan (yang bermotif taman laut, ikan Coelacanth, Cengkeh ) serta memberi hadiah untuk kerabat baik didalam negeri ataupun di mancanegara? Silahkan hubungi saja yayasan Karema. Alamat Yayasan Karema: Sekretariat: Jl. Biduri I 2/24 Permata Hijau Jakarta Selatan Telp. 021 7690609 Fax. 021 5493213 Workshop : Bentenan Center Kolongan Atas Kec. Sonder Kabupaten Minahasa SULUT Telp. 0431. 356464 / 0811131742 (SMS) Cabang: Jl. A. Yani No. 8 Sario Manado SULUT Telp. 0431. 862193 Fax. 0431 . 878712
Hanya pengguna yang sedang online bisa memberi komentar!
3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
Gara-gara lihat tayangannya di wisata...
Tanjung Lesung menurut beberapa orang...
Di bandung juga ada, klo ga salah dis...
Pariwisata memang aset daerah (pereko...
Sudah seharusnya kita mempertahankan ...