Benteng Somba Opu

Benteng Somba Opu dibangun oleh Raja Gowa ke IX Daeng Matanre tumaparisi Kallonna pada abad ke XVI (1550 1650), yang merupakan Kerajaan Gowa dan salah satu kota Bandar terbesar di Asian Tenggara pada masanya. Benteng Somba Opu merupakan peninggalan sejarah kerajaan perkasa masa lalu di Sulawesi Selatan, sekarang kawasan ini dijadikan pusat budaya miniature Sulawesi Selatan dan telah dibangun berbagai rumah adat tradisinal dari semua suku/etnis yang ada disana (Sulsel). Dimana semua rumah dapat menggambarkan budanya masing-masing.
Istana Maimoon
Istana Maimoon ini dirancang oleh arsitek Kapten Zenie Belanda, T.H van Earp. Bangunan yang telah menjadi land mark Kota Medan ini, mulai dibagun 26 Agustus 1888 dan diresmikan pada 18 Mei 1891 dengan menghabiskan biaya Fl. 100.000 (atau setara 1 juta gulden Belanda).
Istana Maimoon melambangkan kompleks kesultanan yang mengesankan dan religius di Indonesia, Khususnya di Sumatera Utara. Bentuk keagungan istana ini, juga menandai kebesaran kerajaan melayu yang rumpunya, menyebar dari Thailand, daratan semenanjung Malaysia, Singapura, Kalimantan Barat dan Serawak hingga Prov. Riau.
Istano Basa Pagaruyung
Istana ini dibangun kembali pada tahun 1976 yang merupakan duplikat bangunan Istano Rajo Alam Minangkabau yang dibakar belanda tahun 1804. Bangunan ini terdiri dari 11 Gonjong, 72 tonggak dan 3 lantai. Objek wisata ini dilengkapi dengan surau, tabuah Rangkian Patah Sembilan. Selain itu, fisik bangunan Istano Basa Pagaruyung dilengkapi dengan beragam ukiran yang tiap – tiap bnetuk dan warna ukiran mempunyai falsafah, sejarah dan budaya Minangkabau.
Istana ini terletak di Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas yang merupakan pusat Pemerintahan Kabupaten Tanah Datar, lebih kurnag 5km dari Kota Batusangkar dan mudah dijangkau oleh sarana transportasi roda 2 dan 4.
Pantai Pongkar
Pantai Pongkar adalah salah satu panati terbaik yang dimiliki Karimun, pasirnya putih, terletak di Kecamatan Tebing. Bagi anda pecinta pantai, tempat ini merupakan tempat memancing, berlayar dan olahraga air.
Objek wsiata ini dapat dicapi dengan transportasi lokal seperti taksi, bus dan kendaraan roda 2 + 30 menit dari Kota Tanjung Balai Karimun. Disekitar objek terdapat panggung untuk suguhan kesenian daerah dan guest house untuk wisatawan yang ingin beristirahat atau menikmati suasana pantai lebih lama.
| Komentar |
|
3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|



















