








| FIPOB III 2008 DI MANADO: Event Bernuansa Budaya Bahari di Kampung Kawanua |
|
|
|
| Oleh : Redaksi Explore Indonesia | |||||||
| Selasa, 09 September 2008 16:26 | |||||||
|
![]()
Manado dan Sulawesi Utara seakan tak lepas dari perhatian dunia. Setiap saat senantiasa terbit inisiatif-kreatif dari anak-anak negeri di penghujung utara Pulau berbentuk “K” itu. Belum hilang dari ingatan semerbak Festival Bunga di Tomohon, disusul lagi dengan kegiatan bertaraf internasional: Festival Internasional Pemuda & Olahraga Bahari (FIPOB) III 2008 digelar sejak tanggal 12 s/d 21 Agustus 2008 di sejumlah kawasan Kota Manado, salah satunya di kawasan Boulevard on Bussines Megamas Manado. FIPOB III-2008 dibuka oleh Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault. Turut dihadiri oleh Menteri Perikanan dan Kelautan RI, Freddy Numberi, perwakilan dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI,Gubernur Sulawesi Utara, SH Sarundajang, Walikota Manado, Jimmy Rimba Rogi, Wakil Walikota, Abdi Wijaya Buchari dan Sekretaris Daerah Kota Manado, Vicky Lumentut serta pejabat teras di lingkungan Pemerintah Kota Manado. Menegpora pada kesempatan tersebut memuji keberanian Walikota Manado yang berani dalam menggelar kegiatan berskala internasional. Upacara pembukaan kegiatan dimeriahkan oleh ribuan penari pelajar dari tingkat SD, SMP dan SMA se-Kota Manado yang menampilkan tarian ala badiri, maengket dan mahamba bantik. Dilanjutkan dengan tarian Indonesia Jaya oleh 2000-an pelajar SD. Diteruskan lagi dengan atraksi terjun payung yang diikuti oleh para atlet-atlet terjun payung se-Indonesia dengan membawa bendera Indonesia, bendera Fipob, bendera Sulawesi Utara dan bendera kota Manado. FIPOB merupakan event tahunan yang tahun ini merupakan ketiga kalinya setelah penyelenggaraan di Makassar dan Padang. Jenis kegiatan yang dilaksanakan di FIPOB III 2008 antara lain : terjun payung dan aeromodeling, demonstrasi speed boat, lomba renang, fin swimming, orientasi bawah air, underwater photography, International Tennis Championship F3, Tinju, lomba olahraga tradisional yang diikuti oleh utusan dari 33 propinsi, lomba melukis bahari, festival seni budaya yang memperlombakan tarian maengket dan mahamba bantik, Manado 10 km, lomba perahu hias, lomba baku rebe perahu, karnaval budaya, lomba arung sungai, lomba menangkap itik, lomba bendi hias, lomba barongsai, 1st International Manado Festival (Manado Expo), festival bakar ikan, lomba drumband, dan lomba tarik tambang di atas perahu. Momen FIPOB III ini juga dihadiri oleh Rombongan Kapal Remaja Nusantara yang terdiri dari utusan 33 propinsi di Indonesia dan disinggahi oleh rombongan peserta yatch rally 2008 yang memulai start di Darwin dan akan finish di Bali. Kegiatan ini untuk menunjang kegiatan World Ocean Conference (WOC) 2009 dan Manado Kota Pariwisata Dunia 2010. “FIPOB III-2008 merupakan momentum yang tepat untuk menumbuhkan rasa cinta kebaharian, meningkatkan prestasi olahraga, menanamkan jiwa kewirausahaan, sekaligus membuka kerjasama yang sinergis bagi stakeholders dalam mengembangkan potensi bahari,” demikian penjelasan Ketua Panita FIPOB III 2008, DR. Ir. G.S.V. Lumentut, M.Si, MM yang juga adalah Sekretaris Kota Manado. “Event ini akan memberi multiply effect bagi Kota Manado di sektor ekonomi, perdagangan dan jasa, pariwisata, olahraga, social budaya, kepemudaan, sekaligus menjadi wahana yang strategis untuk mempromosikan Manado Kota Pariwisata Dunia 2010” ujar Walikota Manado, Jimmy Rimba Rogi, S.Sos. “Ribuan orang hadir di Manado, di antaranya wisatawan asing, atlet dari 17 negara yang mengikuti Internasional Tennis Championship dan peserta asing yang mengikuti underwater photography. Seluruh hotel di Manado full booking, pusat-pusat perbelanjaan penuh sesak,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Manado, Dra. Selvie A. Worang. Kota Manado merupakan salah satu dari 13 Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara. Sebagai Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, Manado adalah pusat pemerintahan serta ekonomi dan perdagangan. Luas Manado 15.726 ha meliputi 9 kecamatan (Bunaken, Wanea, Sario, Wenang, Malalayang, Tuminting, Singkil, Mapanget dan Tikala), dengan jumlah penduduk tahun 2007 sebesar 417.000 jiwa. FIPOB III-2008 di Manado, kukenang dikau sebagai Porseni Bahari di Kampung Kawanua. (Allen Sumerah)
Hanya pengguna yang sedang online bisa memberi komentar!
3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|
Gara-gara lihat tayangannya di wisata...
Tanjung Lesung menurut beberapa orang...
Di bandung juga ada, klo ga salah dis...
Pariwisata memang aset daerah (pereko...
Sudah seharusnya kita mempertahankan ...