Sunday, Sep 05th

Last update01:56:39 AM GMT

You are here: Alam > PANTAI DREAMLAND: Menikmati Lullaby di Tanah Impian

PANTAI DREAMLAND: Menikmati Lullaby di Tanah Impian

Email Cetak PDF

 

 

Cuaca begitu terik menyengat ketika diri ini menatap lautan nan biru yang terhampar di depan mata. Dreamland. Begitu menggiurkan pertama kali mendengar nama itu dari seorang kawan. Katanya pantai yang satu ini berbeda dengan pantai umumnya di Bali, bahkan cenderung lebih mirip dengan pantai Bondi yang sangat terkenal di Australia. Terbesit dalam angan, seperti apakah sesungguhnya pesona pantai Dreamland ini.

Kenapa Dreamland?

Pantai Dreamland berada di daerah bernama Pecatu. Tepatnya, beberapa kilometer sebelum Pura Uluwatu yang suci dan sakral atau berjarak sekitar 45 menit dari kota Denpasar. Pantai Dreamland dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi dan dikelilingi batu karang yang besar di sekitar pantainya. Pantai berpasir putih ini, terletak di bawah tebing yang terjal dengan pemandangannya yang begitu indah.

Untuk mencapai lokasi ini kita dapat menyewa kendaraan mobil atau motor yang banyak terdapat di Bali dengan harga yang bervariasi. Untuk mobil harga umumnya adalah Rp. 250.000/hari dan untuk motor sekitar Rp. 35.000/hari. Tidak terlalu sulit menemukan tempat wisata yang satu ini, karena lokasinya yang berdekatan dengan objek wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan Pantai Jimbaran yang terkenal dengan restaurant seafood-nya. Apabila akan berkunjung ke pantai ini, kita akan memasuki gerbang Bali Pecatu Graha, karena memang lokasinya di dalam areal Resort Pecatu Indah yang saat ini sedang dalam proses pengembangan menjadi sebuah resort eksklusif di Bali.

Dalam sejarahnya, lokasi ini dahulunya hanyalah lahan tandus yang jauh dari kesan ekslusif. Penduduk asli Pecatu hidup dengan mata pencaharian sebagai petani. Bertempat tinggal di kontur alam perbukitan yang mengandung kapur, membuat mereka harus menggantungkan hidup dari hasil pertanian yang tidak seberapa pendapatannya. Kemudian pada sekitar tahun 1996, dibentangkanlah proyek Pecatu Graha yang disponsori oleh Tommy Soeharto yang kala itu sang ayah masih bertakhta menjadi pemimpin negara. Pelataran pantai indah itu semula cuma titik kecil dari areal 900 hektar milik PT Bali Pecatu Graha (BPG), namun kemudian lahan milik rakyat disekitarnya dibeli dan disulap menjadi resort super eksklusif yang bernama "Resor Pecatu Indah". Konon resor ini tidak hanya berkonsep wisata akan tetapi akan dijadikan lingkungan permukiman & wisata paling unik di seluruh Asia Tenggara. Walaupun banyak warga yang menentang proyek ini karena terpaksa harus menjual tanah mereka dengan harga murah, namun penduduk Pecatu pada akhirnya berharap proyek resort eksklusif ini selesai, sehingga mereka dapat mengubah nasib dengan menekuni bisnis lain di bidang pariwisata.

Karena itulah lahan di sekitar pantai disebut dengan Dreamland (tanah impian) oleh warga sekitar. Tapi kenyataan berkata lain, proyek ini akhirnya terbengkalai selama sekian lama walaupun pada akhirnya proyek ini kembali dilanjutkan pengembangannya beberapa tahun belakangan ini. Warga Pecatu yang sudah sangat berharap banyak dari hasil proyek ini akhirnya berinisiatif untuk menjadikan Dreamland sebagai kawasan objek  wisata pantai dengan memasang tiket masuk seharga Rp.5000/orang atau menyewakan tenda kecil untuk menangkis sinar matahari dan kursi pantai untuk bersantai seharga Rp. 25.000/ kursi.

Lullaby

Pasir putih dan celah karang yang  terjal menjadi pemandangan yang begitu memikat mata untuk dipandang. Airnya pun masih tampak sebening kristal belum terlalu terusik dan terjamah oleh gerombolan turis yang kerap mengunjungi pulau Dewata ini. Kejernihan airnya memantulkan warna biru laut yang indah, terkesan jauh dari polusi sampah yang kerap mendera objek wisata pantai lainnya di wilayah Bali. Hempasan dan suara deburan ombak menjadikan lullaby (sejenis lagu menidurkan anak) yang merdu dan menghanyutkan bagi para pengunjungnya. Walaupun sepanjang hari menghabiskan waktu di pantai ini, rasanya tidaklah membosankan. Bagi Anda yang menggemari photography, pesona pantai ini akan memberikan Anda kepuasan dalam mencari objek memotret.

Lokasi berpasir putih bersih di pantai sempit tepat di bawah dinding karang curam, memang cocok sebagai dream beach untuk sekedar bersantai menikmati warna jingga sunset atau menyaksikan atraksi para peselancar bergulung dalam ombak. Ombaknya yang tinggi dan besar banyak diminati oleh para penggemar olahraga selancar air (Surfing), bahkan Dreamland sudah dijadikan semacam surfing spot baru untuk kawasan Bali.

Sepanjang pesisir pantai tampak para turis berjemur matahari sambil membaca buku dalam buaian semilir angin sambil menikmati pijatan ringan penduduk lokal atau tertidur lelap menikmati sunbath tanpa mengenakan pakaian atasnya (Topless). Aha, ternyata ini lah yang dikatakan betapa Dreamland agak berbeda dengan pantai di Bali pada umumnya dan bahkan lebih mirip dengan Pantai Bondi di Australia yang terkenal dengan nude beachnya. Karena lokasinya yang masih agak terpencil maka turis agak bebas mengenakan apapun yang mereka sukai di pantai ini, tanpa ada aturan yang mengikat seperti di kawasan pantai lainnya yang melarang para turis berpenampilan telanjang. Di luar dari peradaban timur yang menjunjung tinggi etika kesopanan, Dreamland adalah pantai nan indah yang kecantikannya melebihi pesona Pantai Bondi sekalipun. Pesona Indonesia yang biru dan menawan terukir dalam bingkai pantai Dreamland ini. Apabila Pulau Dewata menjadi tujuan wisata Anda selanjutnya, Dreamland dapat menjadi pilihan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Selamat berpetualang!

 

Komentar
Hanya pengguna yang sedang online bisa memberi komentar!

3.20 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."